sebelum pagi
ini, kaulah inspirasi
kasih
rembulan hadirkan nyanyian.
kau datang,
dengan
langgam yang berlawanan
ketika aku
menatapi asyikmu
suaramu
meruntuhkan panggung utama
aku
tenggelam khusyuk dalam lantunan
dendang yang
mengentak ingar-bingar keglamoran
hadirmu
merangsang tekunku
untuk
menikmati
aku
bergumam;
kemanakah
paduan suara?
mengapa
bukan gitar
dan biola
yang menemani
mungkinkah
itu seriosa?
bukan...
bukan
tentang indahnya lirik yang kau lafalakan
bukan pula
tentang merdunya suara
atau cantiknya
paras ciptaan.
karena lebih
dari itu
kau ambil
sepiku
kau telan
kesunyianku
kau berbeda
aku juga
lalu
kutampar sangka
sekali lagi,
kau tangkap
sepiku
dalam parade
arus utama.
sedang aku,
meluluskan
inginku
walau ada
yang berkata;
jangan.
(Tanah Deli,
28/12/13)
*pada sebuah
warkop

0 comments:
Post a Comment