28 December 2013

Perempuan Perobek Sepi

sebelum pagi ini, kaulah inspirasi
kasih rembulan hadirkan nyanyian.
kau datang,
dengan langgam yang berlawanan

ketika aku menatapi asyikmu
suaramu meruntuhkan panggung utama
aku tenggelam khusyuk dalam lantunan
dendang yang mengentak ingar-bingar keglamoran
hadirmu merangsang tekunku
untuk menikmati

aku bergumam;
kemanakah paduan suara?
mengapa bukan gitar
dan biola yang menemani
mungkinkah itu seriosa?

bukan...
bukan tentang indahnya lirik yang kau lafalakan
bukan pula tentang merdunya suara
atau cantiknya paras ciptaan.

karena lebih dari itu
kau ambil sepiku
kau telan kesunyianku

kau berbeda
aku juga
lalu kutampar sangka

sekali lagi,
kau tangkap sepiku
dalam parade arus utama.
sedang aku,
meluluskan inginku
walau ada yang berkata;
jangan.


(Tanah Deli, 28/12/13)
*pada sebuah warkop

0 comments:

 
;