tempiaskah?
butiran hujan mendekati kaca jendela bus yang kutumpangi
sedikit demi sedikit
masih saja ia turun dari langit
berangsur-angsur
menari-nari
berkecamuk
selalu saja kau temukan aku
saat aku kembali lengang
mengenang
setiap renjisnya
aku menulismu
membasahi ranah imaji
yang haus akanmu
terkadang tak cukup
aku tak sanggup
ingin kuberikan sisa-sisanya
pada rumah-rumah yang menghiasi pandangan
menyinggahi mereka
karena begitu tepat
kosong
dan tampak butuh
sampai nanti
pada suatu perjumpaan
aku ingin kembali memetiknya
membekali perjalanan
butiran hujan mendekati kaca jendela bus yang kutumpangi
sedikit demi sedikit
masih saja ia turun dari langit
berangsur-angsur
menari-nari
berkecamuk
selalu saja kau temukan aku
saat aku kembali lengang
mengenang
setiap renjisnya
aku menulismu
membasahi ranah imaji
yang haus akanmu
terkadang tak cukup
aku tak sanggup
ingin kuberikan sisa-sisanya
pada rumah-rumah yang menghiasi pandangan
menyinggahi mereka
karena begitu tepat
kosong
dan tampak butuh
sampai nanti
pada suatu perjumpaan
aku ingin kembali memetiknya
membekali perjalanan
(Padang – Bukit Tinggi, 27 Oktober 2013)

0 comments:
Post a Comment