27 October 2013

Mereka

tempiaskah?
butiran hujan mendekati kaca jendela bus yang kutumpangi
sedikit demi sedikit
masih saja ia turun dari langit
berangsur-angsur
menari-nari
berkecamuk

selalu saja kau temukan aku
saat aku kembali lengang
mengenang

setiap renjisnya
aku menulismu
membasahi ranah imaji
yang haus akanmu

terkadang tak cukup
aku tak sanggup
ingin kuberikan sisa-sisanya
pada rumah-rumah yang menghiasi pandangan
menyinggahi mereka

karena begitu tepat
kosong
dan tampak butuh

sampai nanti
pada suatu perjumpaan
aku ingin kembali memetiknya
membekali perjalanan


(Padang – Bukit Tinggi, 27 Oktober 2013)

0 comments:

 
;