15 May 2010

Akhir Penantian

Menemukanmu lagi. Dalam panjang perjalanan, jejakku menapaki. Nyanyian nostalgia begitu hangat menyelimuti. Kali ini mencoba berani; memberi sedikit aksi, menunggu jawabmu untuk bersaksi.

Begitu mudah jari-jariku menari, kau inspirasi yang susah mati. Sang malam pun tak mengkhianati. Menemukanmu kembali; menghidupkan kenangan yang t’lah mati suri, kisah usang namun mengusik hati, siksaan yang tak tersaingi.

Menemukanmu kembali, membangun sebuah ketegaran. Menerima dalam segala keadaan. Menghadirkan kenyataan, meneduhkan kegelisahan.

Dalam haribaan takdir Tuhan, dalamnya hati siapa yang tahu. mencoba berspekulasi dari pertanyaan.

Memandangmu kembali, memungut tapak-tapak yang kulalui. Menggali makam-makam yang kutanam. Melihat titik hitam raut wajah nan rupawan. Masih sedia kala. Hanya saja, hanya saja. Hanyalah aku yang merasakan. Tapi tak begitu dalam, hanya sebatas terkaan.

Dalamnya hati siapa yang tahu; penuh tebakan-tebakan, menggadaikan prasangka. Kini aku datang, menyambung tali persahabatan.

Lembaran cerita-cerita, ini bukanlah kisah fiksi. Aku haus akan jawaban. Penundaan-penundaan menjadi halangan. Kini aku datang, aku datang dengan senyuman. Memugar pondasi reruntuhan, hanya sekedar untuk bertahan.

Dalam penantian yang lama kuharapkan, dalamnya hati siapa yang tahu. Kini kau datang dengan perbedaan, dalamnya hatimu aku tak tahu.

0 comments:

 
;