Sang surya belum bertahta, dinginnya udara masih menusuk. Di belantara dunia maya aku masih berpetualang. Karena tak sengaja kudapati sebuah senyuman, dari parasnya terpancar bahagia. Aku pun menulis syair karenanya, berharap nelangsa hilang seketika
Sungguh sulit untuk melukiskan. Manusia bisa menikmati, terkadang lupa bersyukur. Hingga kenikmatan menjadi kealpaan. Pada saat yang menyakitkan, kita mengeluh dan berharap Tuhan.
Sungguh sulit untuk melukiskan. Manusia bisa menikmati, terkadang lupa bersyukur. Hingga kenikmatan menjadi kealpaan. Pada saat yang menyakitkan, kita mengeluh dan berharap Tuhan.
Peristiwa subuh,
dikala surau berkumandang
aku tenggelam dalam penghayatan
hanya dengan senyuman
aku kembali melanjutkan
melanjutkan langkah dengan harapan
Peristiwa subuh,
ketika adzan menghilang
aku membiaskan haluan
sungguh sulit kuutarakan
karena kebesaran Tuhan
semula keluhan menjadi kekuatan


0 comments:
Post a Comment