Kau nyaman dalam tempurung
mengitari gelap-gelap
hanya secuil sinar samar-samar
Asamu memang kuat
namun langkah temaram
Siang kau takuti
tiba malam menyesali
Sampai kapan masih berondok?
dibawah ketiak masa lalu
Manalah nasib bisa elok
jika hidup tak berpacu
0 comments:
Post a Comment