Malam...
Seperti biasanya, dinginpun menjalari raga. Tak seperti biasanya, keinginan untuk bercerita datang tiba-tiba. Tentang sepotong hati yang sempat terpinggirkan, Ia dipengaruhi tontonan yang menggiurkan. Hingga kesia-siaan sempat merasuki pikiran.
Hati...
Baginya kepekaan adalah hal yang harus selalu dirawat. Usaha dalam perbaikan harus selalu dilakukan. Walau kadang pasang kadang surut, untuk itu hati harus selalu dalam petunjuk Allah.
Pikiran...
Mendaki dan berliku ditempuhnya demi ketenangan. Masih saja ia berpetualang, baru saja ia mengalami perdebatan dan mengalami gejolak. Ingin rasanya berteriak, menghadang dan melawan. Tapi hati segera meredam, seraya berkata: "Masih perlu ilmu dan pemikiran yang matang". Hingga tiba saatnya siap bertarung, karena pemikiran harus dilawan dengan pemikiran. Realita sekarang adalah perang pemikiran.
Hati dan pikiran, kini mereka di ujung malam. Melangkah pada retak zaman, berposisi di tengah peradaban. Mereka ditunggangi gertakan-gertakan, harus maju atau bertahan.
Mencari makna yang diharapkan, hati dan pikiran masing-masing mempunyai peranan. mereka harus jalan bergandengan, keduanya tak dapat dipisahkan.
Memang butuh totalitas, tak pantas jika setengah-setengah. Menemukan guru yang teladan adalah teman yang sangat dibutuhkan. Untuk belajar dan menelaah, untuk mengasah hati dan pikiran.


0 comments:
Post a Comment