28 April 2010

yang Pernah Kutemukan (Jilid 1)

Terlalu besar kubangun harapan, yang kutemui tak hirau keadaan. Mungkin bahasa yang terlalu tinggi atau pemikiran yang tak sama. Pesan diutarakan tapi tak mengindahkan, tak berarti apa-apa. Kenapa tak mengacungkan jari dan berkata: “Tak Setuju”, atau lontarkan beragam cacian. Biar kutahu letak kesalahan.

Bukan pujian yang kuharapkan. Hanya butuh sedikit tanggapan, sedikit diskusi yang mencerahkan. Terkadang diam melemahkan keinginan. Apatis dan kesenangan sesaat, hanya itu yang muncul di permukaan. Konservatif dianggap membosankan, yang tak mengikuti zaman, dan tak peduli masa depan.

 
Kenapa malu dengan kenyataan, mengapa kesusahan-kesusahan disembunyikan. Bukankah kepahitan memberikan pelajaran? dan tak semua jalan menyenangkan.

0 comments:

 
;