02 December 2013

Kepada Kuntum dan Tuan Pendukung

dimalam perjamuan sajak,
diharibaan puisi.
tatkala para penyair bersilat kata-kata
Aku bercengkrama pada kuntum
sedang Ayahnya
hanya menunggu diluar arena

ketika ia menghidangkan metrum
kelopaknya memekarkan malam
semangatnya menyambangi bintang
suaranya memulas keheningan

pada pelafalan diksi-diksi
Ia bersaksi
kaji-kajinya tentang pengasuh
mengingatkan yang diasuh

Aku terbawa arus lalu
terombang-ambing dalam nada lama
partiturnya belum usang
masih terngiang;
ketika ayah melihatku pada arena yang berbeda
betapa suaranya membangkit semangatku

Aku dan si Kuntum di arena yang tak sama
Namun Ayah tetaplah pendukung yang setia

Aku terkagum
Namun Aku masih Si Pengagum
hanya membalasmu pada baris-baris pelampiasan.

 
(Rantauprapat, 2 Desember 2013)

0 comments:

 
;