Derita lintas dunia menghantam dinding-dinding kegeraman. Air mata berlinang di Gaza, nasib berjuta umat dibawah cengkraman. Ialah Palestina, karakter kaum yang tak manja. Batu, panah dan senjata selalu siaga. Para penghafal Al-Qur’an yang tetap setia.
Saban hari muncul perlawanan. Tuan Zionis yang biadab berdalih diserang, padahal peristiwa ini murni penjajahan. Namun katanya: "Perang ini atas nama perdamaian".
Tapi, saudara-saudaraku di sana tak gentar nyali, karena mati bukanlah akhir yang mereka takuti. Lewat laju batu-batu mereka menghadang, lewat roket-roket yang beterbangan mereka melawan. Lewat batu lewat roket, jihad mereka kumandangkan. Karena tanah mereka tak boleh berkurang. Karena mereka hanya sekedar ingin bertahan.


0 comments:
Post a Comment