Ia hanya selang waktu
sekilas itu berbuah menit
ditengah perbincangan aku hening
kutatap sunyi jalanan
kesunyian yang mampu menggugat
hingga ia sanggup bercerita
sekilas itu berbuah menit
ditengah perbincangan aku hening
kutatap sunyi jalanan
kesunyian yang mampu menggugat
hingga ia sanggup bercerita
Ialah sunyi
sunyi yang bersahabat dengan jalanan
para pengobrol setia
yang mencumbui dini hari
sunyi yang bersahabat dengan jalanan
para pengobrol setia
yang mencumbui dini hari
Seorang Ambon yang berbicara tentang sejarah dan ketidakadilan
tentang alat musik yang belum bernama
tentang alat musik yang belum bernama
alias lupa
Aku diledek,
tentang strawberry yang terlupakan
tentang kirana yang fiktif
tentang penyanyi yang serak-serak basah
alunan musik tempo dulu
tentang “dirimu” yang dulu kelam
tentang strawberry yang terlupakan
tentang kirana yang fiktif
tentang penyanyi yang serak-serak basah
alunan musik tempo dulu
tentang “dirimu” yang dulu kelam
Seketika,
kutemukan sunyi jalanan
ia menggugat sajak
kutemukan sunyi jalanan
ia menggugat sajak
Pongahnya malam telah berakhir
tinggal pagi yang kunjung
kutemukan sunyi jalanan
masih…
tinggal pagi yang kunjung
kutemukan sunyi jalanan
masih…
Bandung,
Pada tanggal yang tak mampu kuingat, namun kenangan masih mampir. Pada sebuah kedai yang bertransisi, majelis para rerantau. Sahabat dulu yang kini terpisah, sahabat baru timbul satu-satu.
LONTONG MEDAN
LONTONG MEDAN

0 comments:
Post a Comment